RSS

Kamis, 06 Februari 2014


BERAKHIRNYA PARA ATLTET OLAHRAGA
Apa yang kamu bayangkan jika kamu menjadi seorang juara dalam sebuah perlombaan olahraga. Senang, bangga, terharu, menangis bahagia atapun sedih?. Yupp itu perasaan yang dirasakan para atlet didunia. Apapun dilakukan para atlet untuk menjadi sang juara, berlatih sepanjang hari sekaligus menambah stamina dengan mengonsumsi suplemen – suplemen.
 

 Mungkinkah anda berfikir bahwa suplemen – suplemen yang mereka konsumsi itu diperbolehkan ataupun dilarang?. Suplemen – suplemen itu diperbolehkan tapi tidak saat mengikuti kejuaraan olahraga. Suplemen – suplemen untuk penambah stamina disebut juga doping. Dalam olahraga, doping merujuk pada penggunaan obat peningkat performa oleh para atlet agar dapat meningkatkan performa atlet tersebut. Akibatnya, doping dilarang oleh banyak organisasi olahraga seluruh dunia.
Menurut IOC (International Olympic Committee) pada tahun 1990, doping adalah upaya meningkatkan prestasi dengan menggunakan zat atau metode yang dilarang dalam olahraga dan tidak terkait dengan indikasi medis. Alasannya terutama mengacu pada ancaman kesehatan atas obat peningkat performa, kesamaan kesempatan bagi semua atlet dan efek olahraga "bersih" (bebas doping) yang patut dicontoh dalam kehidupan umum. Selain obat, bentuk lain dari doping ialah doping darah, baik melalui transfusi darah maupun penggunaan hormon eritropoietin atau steroid anabolik tetrahidrogestrinon

 Diantara sekian miliaran orang dibumi, hanya ada segelintir manusia yang mempunyai  kemampuan yang melebihi orang lain, salah satunya Marian Jones.
 
Dia adalah seorang atlet lari dari America yang membuat dunia melongo dan takjub, dia bisa mencapai finish dengan sangat cepat dengan jarak yang begitu jauh.  Namun sayang didalam jiwa wanita cantik ini tertanam sportivitas penuh cacat. Lintasan atletik begitu menjanjikan kekayaan yang melimpah bagi para atlet.
Ambisi yang begitu menggebu – gebu untuk menjadi atlet akhirnya membuat Jones  menghalalkan segala cara, salah satunya dengan mengonsumsi obat doping. Dengan bantuan zat kimia ini, kekuatan dan kecepatan bisa meningkat signifikan sehingga bisa melahirkan manusia – manusia kilat di lintasan lari, karena terbukti menggunakan doping akhirnya Komite Olimpiade Internasional (IOC) pun merampas seluruh catatan prestasi, termasuk 3 medali emas dan 2 perunggu yang didapat dari Sydney.




Tidak hanya kehilangan catatan prestasi, jones juga kehilangan seluruh harta bendanya. Marion Jones harus mengakhiri ketenaranya didunia olahraga, dia tak lagi hidup mewah, pendapatan jones lebih dari 1 juta dolar pertahun tidak berbekas hanya karena setetes steroid (doping) yang dikonsumsinya.  Dan masih banyak lagi atlet – atlet  yang menggunakan obat haram ini demi mencapai apa yang diinginkan.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright Storya 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .