RSS

Minggu, 03 April 2016

BUNGA UNTUK NIDA


BUNGA UNTUK NIDA 
 
“Selamat pagi, Namaku Nida umurku 16 tahun, hobbiku melukis“
Perkenalan yang selalu ada di setiap awal memassuki sekolah baru.Nida anak yang cantik, pendiam, berjilbab dan sangat rapi.Dia selalu membawa handicham ditanganya, setiap moment yang ada di sekitarnya dia abadikan dengan handicham kecilnya.Dia anak yang periang, pintar suka membantu teman – teman yang tidak bisa dalam pelajaran.Semua anak menghormatinya karena sifatnya yang sekidit berwibawa.dia tidak pernah mengeluh karena dimintai bantuan untuk mengajari atau pun di conteki pekerjaan rumahnya.
Semua Pelajaran dia sukai, apalagi seni budaya dia sangat pandai dalam mengekspresikan apa yang ada di otak, sekitar atau hatinya. Goresan demi goresan dituangkan dalam kanvas dan buku gambar.Apapun lomba dia ikuti hingga dia mendapatkan gelar juara karya tulis ilmiah, lomba membuat desai kapal yang diadakan oleh ITS SURABAYA.
“Hai nida kamu udah daftar buat lomba madding?” Tanya Rita.
“udah ta, ini aku juga sedang memikirkan konsep tema buat lomba “ kata Nida
“Mungkin kita bisa jadi satu kelompok buat ikut lomba Nid, siapa tau ini rejeki kita. Ya gak ?“ kata Rita
“rejeki kita atau tidak kita harus tetap menampilkan yang terbaik, meskipun tidak menang tapi kita sudah bisa mendapat pengalaman dari perlombaan ini. Pengalaman lebih berharga daripada kemenangan” kata Nida
Dia tidak pernah memikirkan juara dalam mengikuti lomba, dibenaknya hanya ingin menampilkan suatu karya yang bisa dinikmati oleh semua orang.Tema tentang GO GREEN yang diangkatnya agar dapat membuat bumi semakin asri dan indah, kepiawaianya dalam memakai kuas menghasilkan sebuah karya sebuah pohon yang indah dengan bentuk menyerupai bumi.Uraian dari temanya serta pesan, kesan dan kesimpulan dari tema GO GREEN yang dia sampaikan telah bisa mengalahkan para pesaingnya.Dia mendapat juara 2 dari 27 peserta madding se - kabupaten.Sebagai perwakilan dari sekolahnya dia mendapat hadiah dari kepala sekolah berupa uang sebesar 200 ribu.Saat itu uang 200 ribu sudah begitu banyak baginya.Selain disisihkan uangnya dibuat untuk membelikan makanan teman – teman kelas sebagai ucapan syukur atas kemengannya.
“Nida selamat ya kamu bisa menang “ ucap Nurul
“Alhamdulilah kemenanganku karena Allah “ kata Nida
“Semua ayo ikut aku dan Nida ke kantin, hari semua makan gratis” kata Rita
Dengan wajah yang sumringah semua bergegas menuju kantin untuk menikmati makan gratis. Baginya kebahagiaan itu bisa membuat orang lain bahagia dan ikut bersyukur atas nikmat Allah. Setiap sore semuanya berkumpul di Alun – alun kota untuk belajar sekaligus berkumpul untuk sekedar menghilangkan kepenatan. Setiap belajar bersama Nida  selalu ikut mengajari temannya, meskipun dalam pelajaran lainya dia tidak begitu pandai, Dengan raut wajah iklas dia mengajari dan memberi soal untuk dikerjakan oleh teman – temanya.
Para guru di sekolah sangat sayang padanya, dia mempunyai akhlak yang bagus sehingga membuat semua orang menyayanginya. Gaya bicara, gaya pakaian yang sederhana membuatnya terlihat cantik luar dan dalam. Nida termasuk anak orang menengah kebawah.Bapaknya seorang tukang cukur, sedangkan ibunya penjual kue di pasar.Dia mempunyai adik perempuan yang masih kecil, tapi apapun keadaanya dia tetap bersyukur.
Saat itu pukul 08.15 pelajaran fisika sedang berlangsung, tiba – tiba Nida pingsan di tempat duduknya.Awalnya semua mengira dia ketiduran tapi saat di panggil tidak ada reaksi sehingga guru fisika harus membawanya ke ruang UKS.Saat ditanya dia tidak mengakui kalau sakit, alasanya hanya kelelahan saja.Tanpa ada kecurigaan semua percaya begitu saja.Tetapi semenjak saat itu Nida mulai sering tidak masuk dengan alasan sakit.Pada hari kamis teman kelasnya sepakat untuk menjenguk Nida dirumahnya. Jam pulang sekolah mereka langsung bergegas menuju rumah Nida.
“Nid kamu kenapa sering tidak masuk? Kamu sakit apa ?” Tanya Jojo
“Tidak apa Jo, hanya terkena typus saja jadi butuh istirahat cukup “ jawab Nida
“Ohh iya Nid, para bapak ibu guru pada nanyain kamu lo, kita juga jadi gak ada yang nyonteki saat ada pr.” Kata Hasan
“Kamu bisa aja Han, ya kamu nyontek Siska aja dia juga bisa kok” jawab Nida
“Yee kamu Nid, males ah buat nyonteki anak - anak“ sahut Siska
Saat itu Nida juga menyalakan handichamnya untuk merekam moment – moment itu, saat ditanya Siska kenapa dia selalu membawa handicham ditanganya, hanya senyuman yang dia lontarkan.Bapak Nida tidak dirumah karena sedang bekerja sedangkan ibunya sibuk menyiapkan makanan untuk teman – teman Nida.
“Ehemm, perutku kok sudah mulai nyanyi – nyanyi ya “ Kata Aldo
“Yaelah Do kamu dimanapun hanya makanan aja yang difikirin” Jawab Jojo
“Namnya juga manusia butuh makan nanti kalau tidak makan bisa mati” saut Aldo
“Emangnya kalau gak makan sejam bisa lagsung mati Do? Gak juga keles” tambah Siska
Suara tertawa membuat Nida bahagia mempunyai teman – teman seperti mereka Tidak terasa waktu menunjukan pukul 15.34, Sudah dua jam lebih Nida mengambil gambar keceriaan para teman – temanya.Mereka mulai berpamitan karena hari sudah mulai sore.Setiap Nida sendiri dia selalu memutar – mutar rekaman yang diambilnya.Terkadang dia tertawa kecil melihat kelucuan para temanya.
Sudah seminggu Nida tidak masuk sekolah, dia juga tidak pernah menjawab pesan singkat dari Rita, Siska ataupun yang lainya.Setelah pulang sekolah mereka berencana untuk berkunjung ke rumahnya ternyata dia sudah dirawat di rumah sakit sejak 3 hari lalu. Nida mengidap penyakit Ca Cervix, penyakitnya sudah lama dia  derita, saat duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Pertama, tetapi baru tahun ini kekebalan tubuhnya mulai menurun. Saat duduk di kelas 2 SMP dia sudah divonis dokter kalau umurnya hanya sampai 5 tahun., sejak saat itu dia mengumpulkan uang dari perlombaan – perlombaan untuk membeli handicham agar dia bisa mendokumentasikan keceriaan yang terjadi.
Sakit tidak membuat dia pantang menyerah, dia tetap menjadi guru bagi teman – temanya disekolah juga sebagai guru mengaji didekat rumahnya.saat mulai memasuki kelas 3 Sekolah Menengah Atas (SMA) Nida mulai sering tidak masuk tetapi dia tetap menjadi juara kelas padahal pada absensi dapat dihitung dengan jari berapa Nida masuk dan tidak pada tiap bulan. Bimbingan belajar mulai diberlakukan untuk persiapan menghadapi UNAS 2014.Nida masih sering masuk untuk mengikuti bimbingan belajar di sekolah dia tidak pernah menghiraukan penyakitnya karena dia hanya ingin merayakan kelulusan bersama teman – temanya.
Sebelum UNAS Nida sudah benar – benar drop tidak bisa bangun dari tempat tidur, saat itu dia benar – benar lemah tak berdaya.Perutnya semakin membesar, tubuhnya sangat kurus, wajahnya sangat pucat dan sekeliling matanya semakin menghitam.Detik – detik itu teman – teman masih bisa menjenguk sebelum dia dibawa ke rumah sakit yang lebih besar. Aldo, Jojo, Rita, Siska, dan teman lainya silih berganti masuk ruangan karena takut mengganggu jika masuk bersamaan. Nida begitu malu dengan keadaanya, dia menangis takut dengan semua yang akan terjadi.
Dia tidak mau dirawat di rumah sakit karena takut membebani orang tua, teman sekelas Nida mengadakan sumbangan untuk Nida dan doa bersama untuk kesembuhanya. Meskipun begitu dia tidak mau menerimanya karena tidak ingin membebani banyak orang.Jojo menyemangati Nida agar tetap kuat untuk bisa berkumpul dan bercanda bersama, mendengar itu Nida sangat bahagia.Setelah beberapa hari dia dirawat di rumah sakit dia selalu bercerita dan melihat rekaman moment bersama teman – teman.Saat di rawat dirumah sakit ada seorang yang juga dirawat beberapa kamar darinya meninggal, dia mengetahui saat jenazahnya lewat didepan pintu kamarnya, selang 2 hari orang di dekat kamrnya juga meninggal, selang 5 hari orang disamping kamarnya meninggal. Ketakutan mulai terselip diotaknya, fikiran yang tidak – tidak tentang dirinya mulai melayang dibenaknya.Dia berusaha menenangkan dirinya agar tidak berfikiran negative.
Bulan puasa sudah terlewati beberapa hari, kondisinya semakin memburuk selang 3 hari diapun di bawa pulang kerumah oleh orangtuanya karena dokter sudah tidak bisa berbuat apa – apa. Dirumah dia hanya berbaring di tempat tidur. Hari itu tepat pada tanggal 24 Juni2013,Nida ingin menonton televisi dengan adiknya. Dia menonton kartun kesukanya, pada hari itu suasana dirumah sedikit ada perubahan. Bapak Nida tidak bekerja karena menemani anaknya, ibu Nida ingin memasak tapi sangat malas sekali, tetapi difikiranya akanada tamu banyak jadi dia harus memasak untuk suguhan para tamu. Adik Nida yang biasanya bermain diluar tetapi  hari itu hanya ingin tidur disamping Nida. Entah kenapa suasana semakin aneh dirasakan ibu Nida. Bapak dan ibu Nida tidak pernah mempunyai fikiran kalau nida akan meninggal. Badan Nida semakin dingin, keringat dingin bercucuran dari kepala,tangan , dan kaki.
“Kak, kenapa kamu berkeringat dingin?” Tanya bapak Nida
“Aku tidak tau pak tapi rasanya badanku panas” Jawab Nida
Perassaan bapak Nida mulai tidak karuan, Nida ingin pergi kekamar mandi tetapi belum sempat sampai kamar mandi air seninya sudah keluar.Sehingga harus dipakaikan popok agar tidak bocor.Pada pukul 14.37 Bapak Nida mengambil Al- Qur’an untuk mengajak Nida mengaji.Tetapi saat baru mengucapkan kalimat istigfar 2x Nida sudah tidak bernafas, dia menghembuskan nafas terakhir di pangkuan bapaknya.Dilain kejadian pada hari rabu teman – teman sepakat untuk menjenguk Nida pada hari kamis karena mereka mendengar Nida sudah dirumah.saat itu juga semua akan mengadakan buka bersama di warung makan. Pukul 16.23 semua berkumpul di rumahnya Aldo, saat berkumpul  tanpa sadar Rita  berbicara nglantur.
“Do, kenapa kamu pakai baju koko hitam, kamu kamu takziah kemana? Kata Rita
“Huss kamu tuh Rit, jangan bicara begitu.Aldo mau jadi model tau, model majalah yasiin. Hahaha “ sahut Siska
“Jangan pada ngawur begitu dong kita kan mau buka bersama” sahut Jojo
“Lohh Jo kamu juga tumben pakai baju koko putih, biasanya gak pernah pakai baju koko “ Tanya Rita
“Looh iya dong biar ganteng dikit lah “ Jawab Jojo
Percakapan – percakapan itu yang tanpa mereka sadari adalah pertanda tentang kepergian Nida. Pukul 16.32 handphone Siska berbunyi betapa shocknya Siska membaca broatcash dari teman lainya bahwa pada jam 3 sore Nida telah meninggal dunia. Serentakmereka menjerit dan tidak percaya tentang itu, semua mencoba mencari informasi tentang kebenaran broatcash.Pukul 17.15 semua bergegas ke warung makan untuk berbuka puasa.Di tempat makan tidak ada yang nafsu makan, air mata, tangan gemetaran, fikiran semua sudah tidak focus lagi karena masih belum percaya dengan semua informasi tersebut.
Setelah mengetahui bahwa berita itu benar tidak ada yang memakan makanan yang telah dipesan hanya menenggak minumanya saja untuk membatalkan puasanya.Begitu cepat kepergian Nida, tidak ada yang menduga itu akan terjadi pada hari itu,semua mulai memikirkan kejadian saat berkumpul di rumah Aldo dan juga saat ingin berkunjung kerumah Nida pada hari kamis bahwa semua itu adalah pertanda. Bukan untuk melihat Nida tersenyum tetapi melihatnya sudah terbaring kaku tidak berdaya.
Hari kamis semua orang yang ada disekolah berduka atas meninggalnya Nida. Pagi itu juga semua guru beserta teman kelas Nida datang untuk mengantarkan kepulangan Nida kehadapan sang halig. Tangis semua orang mulai pecah saat Nida akan di bungkus dengan kain kafan, suasana berubah menjadi hening yang ada hanya lantunan bacaan yassin. Guru olahraga, Aldo, Jojo, Wiki dan bapak nida mengangkat keranda jenazah Nida untuk menuju pemakaman umum. Setelah beberapa menit pemakaman selesai, semua orang berdoa untuk Nida agar diampuni segala dosanya dan mendapatkan tempat yang layak untuknya. Bunga terakhir dari teman – teman untuk nida semoga kamu tenang disana dan bahagia dialam barumu. Kami tidak akan melupakan semua tentangmu. Kami akan selalu merindukamu dan mendoakanmu agar kamu mendapat tempat yang layak di sisi-Nya. Amin.
Seperti dalam cerita film “Surat Kecil untuk Tuhan “ yang diperankan oleh Dinda Hauw yang disutradarai oleh Harris Nizam. Cerita ini benar – benar nyata dialami oleh Nida sahabat penulis yang meninggal karena penyakit kanker.  Maafkan penulis bila ada kesalahan dalam pengejaan kalimat dan sedikit terdapat kesamaan cerita.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright Storya 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .